Training Sertifikasi Kompetensi BNSP & Kemenakertrans
SERTIFIKASI & PARTNER
Ad
Categories
video
Join Grup K3 Indonesia

Sekilas Tentang Analisa Risiko Kuantitatif

Quantitative Risk Analysis (QRA) adalah ilmu dan seni mengembangkan dan memahami estimasi risiko secara numerik (yaitu, fungsi dari frekuensi yang diharapkan dan konsekuensi dari potensi kecelakaan) yang terkait dengan fasilitas atau operasi. Metode QRA dapat digunakan pada seluruh fase atau tahapan proses (laboratorium pengembangan, desain, operasi, pembongkaran, dll). Namun, QRA paling efektif bila digunakan untuk menganalisis proses desain yang telah ditetapkan (yaitu, perpipaan dan instrumen diagram [P & ID], reaksi kimia dan unit operasi, dan kontrol proses).

QRA dapat digunakan untuk menyelidiki berbagai jenis risiko yang terkait dengan
fasilitas proses kimia, seperti risiko kerugian ekonomi atau risiko dampak lingkungan. Namun, dalam aplikasi kesehatan dan keselamatan, penggunaan QRA dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori:

  1. Memperkirakan risiko jangka panjang untuk pekerja atau masyarakat dari paparan kronis zat-zat atau kegiatan yang berpotensi membahayakan.
  2.  Memperkirakan risiko untuk pekerja atau masyarakat dari peristiwa episodik yang melibatkan satu kali paparan terhadap zat atau  kegiatan yang berpotensi membahayakan.

Fungsi utama dari QRA adalah memberikan informasi untuk pengambilan keputusan. Hasil QRA tidak dapat membuktikan apa-apa. Namun, pembuat keputusan dapat membandingkan estimasi risiko QRA dengan kriteria toleransi untuk memutuskan apakah proses operasi cukup aman. Hasil QRA yang sama dapat menghasilkan kesimpulan yang berbeda, misalnya manajemen perusahaan bisa saja menyatakan bahwa proses tersebut aman berdasarkan hasil QRA, namun aktivis masyarakat menyatakan tidak aman.Perbedaannya terletak pada toleransi risiko individu, bukan pada hasil QRA. Meskipun semua orang sudah sepakat dengan toleransi risiko, namun masih banyak hal-hal yang bersifat subjektif yang juga berpengaruh terhadap pemahaman risiko yang ada. Jika 1 orang meninggal dalam satu tahun dalam kecelakaan jatuh dari ketinggian, atau kecelakaan confined space dapat di toleransi risikonya, apakah 100 orang meninggal dalam ledakan katastropik yang terjadi 1 kali dalam 100 tahun juga dapat ditoleransi?. Karena QRA akan memprediksi rata-rata fatalities setiap tahun. Apakah kecelakaan yang terjadi pada pekerja lebih dapat ditoleransi jika dibandingkan dengan kecelakaan yang terjadi pada public atau masyarakat? Apakah kecelakaan terhadap orang dewasa lebih ditoleransi jika dibandingkan dengan kecelakaan pada anak-anak?. Subjektifitas-subjektifitas tersebut tidak hitung oleh QRA. Hasil QRA hanya melaporkan risiko kecelakaan per tahun. Faktor-faktor subjektifitas seperti diatas akan mempengaruhi sipembuat keputusan.

Hasil QRA dapat membimbing pengambil keputusan dalam mengembangkan program perbaikan terus-menerus untuk menurunkan tingkat risiko, tetapi risiko nol (zero risk) adalah tujuan yang tidak mungkin dicapai. Setiap kegiatan melibatkan beberapa risiko. Bahkan jika kita buat hipotetis apakah mungkin untuk menghilangkan risiko dari setiap skenario kecelakaan dalam QRA, beberapa risiko masih akan tetap ada karena tidak ada QRA yang mengkaji setiap skenario kemungkinan kecelakaan. QRA yang terbaik adalah mengidentifikasi kontributor dominan terhadap risiko dari sistem berdasarkan hasil analisis. Setelah risiko-risiko tersebut dieliminasi, contributor risiko kecil lainnya (termasuk risiko yang tersisa dari yang asli QRA karena “diabaikan”, serta risiko baru yang diketahui dari hasil perubahan untuk menghilangkan risiko asli) tetap sebagai contributor risiko dominan baru.

Kenapa memilih menggunakan kuantitatif jika dibandingkan dengan kualitatif, secara umum ada dua alasan memilih kuantitatif analisis, yaitu:

  1. Karena menganggab bahwa analisis kuantitatif akan menghasilkan data yang lebih akurat dan terukur sehingga diperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap risiko yang ada.
  2. Karena dipersyaratkan oleh undang-undang atau sistem manajemen K3.

Terdapat empat tahapan dalam melakukan QRA, yaitu:

  1. Identifikasi bahaya
  2. Analsisi konsekuensi
  3. Analisis frekuensi
  4. Evaluasi risiko

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~Hanosen~~~~~~~~~~~~~~~~~~~